Digempur tujuh drone FPV Ukraina, kendaraan lapis baja Akhmat Rusia berhasil menyelamatkan diri sejauh 5 km: Tiga roda meledak, kaca depan retak, prajurit selamat

AIRSPACE REVIEW – Kendaraan-kendaraan perang lapis baja, baik milik pasukan Rusia maupun pasukan Ukraina, dihadapkan pada ancaman serius dari udara yakni drone FPV yang dapat memorakporandakan kendaraan maupu menyerang pasukan.

Menghadapi jenis persenjataan modern berupa drone, walau kecil namun berbahaya, membutuhkan taktik tersendiri dan juga peralatan penangkal untuk melumpuhkan drone.

Bila drone yang datang tak dapat ditangkal, satu-satunya cara adalah melarikan diri dari kepungan drone. Ini pun masih berisiko karena drone dapat mengejar kendaraan hingga menghancurkannya dengan cara bunuh diri menggunakan bahan peledak yang dibawanya.

Dilaporkan oleh media Rusia, dalam suatu pertempuran, tujuh drone kamikaze Ukraina tiba-tiba datang mengepung kendaraan lapis baja Z-STS Akhmat Rusia.

Tak menunggu waktu lama, kawanan drone first-person view (FPV) itu langsung melancarkan aksinya untuk melumpuhkan Akhmat.

Drone Ukraina kemudian meluncurkan amunisi yang dibawanya ke Akhmat. Amunisi-amunisi tersebut mengenai Akhmat pada beberapa bagian. Ada yang menyerang tangki bahan bakar, ada yang menyerang roda, dan komponen lainnya.

Awak Akhmat berjuang keras untuk mengemudian kendaraan guna melarikan diri dari kepungan drone Ukraina. Kendaraan berpenggerak 6X6 itu pun semaksimal mungkin melaju dengan kecepatan tinggi menuju garis belakang pertempuran.

Akibat serangan drone Ukraina, tiga roda Akhmat seketika meledak. Tangki bahan bakar tak luput diserang dan AC kendaraan rusak akibat terkena ledakan keras.

Mobil itu mampu menahan benturan dan terus melaju dengan ban yang sudah pecah sejauh lima km, kara salah seorang prajurit Rusia yang berada di kendaraan Akhmat.

Kendaraan terus melaju dengan kaca depan sudah retak, tambahnya.

Satu hal yang membuat mereka yakin dapat kabur dan selamat dari serangan drone, adalah karena semua prajurit yang berada di kendaraan tidak ada yang terluka.

Selama dua menit usai terkena serangan, prajurit itu mengaku “buta” dan tidak bisa melihat keadaan di sekitarnya.

Namun setelah itu dia normal lagi. “Tidak ada yang buta, tidak ada yang tuli, atau gegar otak,” ujarnya saat diwawancarai.

Kendaraan berpelindung Z-STS Akhmat berkapasitas angkut 10 orang. Akhmat dikembangkan oleh pabrik Remdiesel di Tatarstan, Federasi Rusia dari basis kendaraan lapis baja Typhoon-VDV.

“Struktur rangka kendaraan dipilih secara khusus dan diberi perlindungan terhadap senjata ringan serta pecahan peluru dengan sasis berbentuk V,” kata perusahaan.

Kendaraan jenis MRAP (Mine-Resistant, Ambush-Protected) ini berfungsi multiperan, mulai dari angkut pasukan, pengintaian, hingga ambulance lapis baja.

Akhmat pertama kali diperkenalkan kepada publik di forum Army-2022 di Kubinka, luar kota Moskow. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov adalah orang pertama yang membeli kendaraan taktis ini. (RNS)

4 Replies to “Digempur tujuh drone FPV Ukraina, kendaraan lapis baja Akhmat Rusia berhasil menyelamatkan diri sejauh 5 km: Tiga roda meledak, kaca depan retak, prajurit selamat”

  1. Gak heran. Ini lapis baja modern, pengembangan terbaru. Jangan dibandingkan dengan tank tua, apc warisan soviet lah.

  2. Ukraina sudah menemukan amunisi peleleh lapis baja dan tank… dan itu sudah digunakan untuk melelahkan tank rusia…dan hasilnya tank rusia rusak total meleleh….tinggal sekarang Ukraina memproduksi lebih banyak lagi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *