Anggap China sebagai ancaman utama di wilayah Indo-Pasifik, AS pulihkan lapangan terbang era Perang Dunia II di Pulau Tinian

Lapangan Terbang di Pulau TinianUSAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) telah meluncurkan proyek restorasi besar-besaran untuk mengembalikan lapangan terbang peninggalan Perang Dunia II yang telah lama tidak aktif di Pulau Tinian, Kepulauan Mariana, ke status operasional.

Kelompok Insinyur Sipil Ekspedisi (ECEG) ke-356, yang bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Andersen, Guam, memimpin upaya untuk menggali, memulihkan, dan meningkatkan North Field, sebuah situs strategis yang pernah digunakan untuk misi pembom B-29 selama perang dunia ll.

Dilaporkan, proyek ini akan menyediakan lokasi alternatif untuk operasi penerbangan jika Pangkalan Angkatan Udara Andersen tidak dapat dipertahankan selama konflik.

USAF telah mengerahkan dua tim untuk restorasi: Skuadron Kuda Merah Ekspedisi ke-513 dan Skuadron Pasukan Darurat Teknisi Pangkalan Utama Ekspedisi ke-356.

Mereka telah membersihkan 99 persen vegetasi dari landasan pacu, jalur taksi, dan jalan landai sambil mematuhi perlindungan lingkungan bagi satwa liar setempat.

Penduduk pulau setempat juga terlibat dalam proyek tersebut, yang menandai kembalinya kehadiran militer AS di pulau tersebut.

Bersamaan dengan restorasi landasan pacu, para insinyur telah memperkuat dinding struktural, memperbaiki atap, mengaspal jalan, dan memperbaiki bagian-bagian jalur penerbangan.

Seperti diketahui, North Field memainkan peran penting di medan Pasifik pada Perang Dunia II, yang berfungsi sebagai lokasi peluncuran Enola Gay dan pesawat pengebom B-29 lainnya yang melakukan misi bersejarah di atas Jepang.

Upaya pemulihan ini menandakan pentingnya strategi baru, memastikan bahwa militer AS mempertahankan opsi pangkalan yang fleksibel di kawasan Indo-Pasifik.

Sebelumnya, pejabat Pentagon mengungkapkan bila ancaman ancaman jangka panjang bagi keamanan Amerika Serikat adalah China, bukan lagi Rusia.

Peringatan tersebut dikemukakan Ely Ratner, Asisten Menteri Pertahanan bidang keamanan Indo-Pasifik.

“China terus mejadi tantangan paling komprehensif dan serius bagi keamanan nasional kita,” kata Ratner dikutip VOA.

Ratner menambahkan, China masih menjadi satu-satunya negara dengan niat dan kemampuan yang kian besar untuk mendominasi kawasan Indo-Pasifik dan menggantikan AS. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *