AIRSPACE REVIEW – Rusia akan menyambut secara terbuka kembalinya perusahaan-perusahaan Barat ke Rusia. Meski demikian, perusahaan-perusahaan tersebut perlu untuk menghormati sejarah Rusia dan para pahlawannya.
Hal itu dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada 19 Februari.
“Perusahaan-perusahaan Barat perlu menghormati sejarah Rusia dan para pahlawannya agar dapat melanjutkan kegiatan mereka di Rusia,” ujarnya.
“Menurut saya, kehadiran mereka (perusahaan-perusahaan Barat) juga harus dikaitkan dengan topik-topik penting seperti penghormatan terhadap sejarah kita. Dan ini juga harus berlaku bagi para pahlawan NWO,” tambahnya.
Selain itu, Zakharova juga menekankan bahwa merek-merek asing yang telah mengubah diri mereka menjadi alat perjuangan politik dan perang hibrida, juga harus menunjukkan rasa hormat kepada para jurnalis Rusia.
Pada 18 Februari, ekonom Igor Balynin menyebutkan keuntungan kembalinya merek-merek asing ke Rusia.
Menurut dia, persaingan tambahan merupakan elemen kunci ekonomi, dan Rusia tidak seperti beberapa negara Barat. Rusia tidak memberlakukan pembatasan terhadap perusahaan-perusahaan asing, dengan tetap menjaga keterbukaan untuk hubungan perdagangan dan ekonomi.
Sehari sebelumnya, Persatuan Pusat Perbelanjaan menyebutkan kemungkinan istilah untuk kembalinya merek-merek asing ke Rusia.
Dikatakan bahwa diperlukan waktu setidaknya satu tahun bagi merek asing untuk kembali ke pasar Rusia.
Seperti diberitakan, dengan terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, hubungan antara Washington dan Moskow diprediksi akan kembali harmonis.
Trump sendiri telah menyatakan ingin memulihkan kembali hubungan diplomatik dan perdagangan antara AS dan Rusia.
Trump telah mengutus para pembantunya untuk berdialog mengenai pengentian Perang Rusia-Ukraina, bertemu dengan utusan Rusia di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam pertemuan tersebut, Ukraina tidak dilibatkan. Trump selanjutnya memberi waktu kepada Ukraina untuk menyerah terhadap Rusia. (RNS)