Korea Selatan kembangan rudal udara ke permukaan supersonik untuk mempersenjatai FA-50 dan KF-21

Rudal udara ke permukaan Korea untuk KF-21 dan FA-50ADD

AIRSPACE REVIEW – Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan (ADD) meluncurkan rudal udara ke permukaan supersonik baru di Sacheon Air Show 2024.

Peluncuran ini dilakukan di tengah kekhawatiran atas keterlambatan integrasi senjata canggih yang bisa memengaruhi daya saing ekspor jet tempur domestik seperti FA-50 dan KF-21.

Kehadiran rudal baru tersebut diharapkan dapat semakin membantu memperkuat posisi ekspor pertahanan Korea Selatan di pasar internasional kedepannya.

Rudal berkecepatan supersonik ini dirancang untuk menyerang target darat utama dengan presisi dari jarak jauh.

Rudal dapat meluncur dengan kecepatan supersonik hingga 2,5 Mach (3.000 km/jam), sehingga sulit untuk dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara lawan..

Dengan jangkauan 300 km, rudal tersebut dapat mengenai targetnya hanya dalam waktu sekitar lima menit setelah peluncuran.

Selain kecepatannya yang tinggi, rudal juga mengadopsi teknologi siluman, sehingga kurang atau sulit terdeteksi oleh radar musuh.

Sebagai pendorongnya, rudal dibekali mesin ramjet. Sistem propulsi inovatif ini menggabungkan keunggulan mesin jet dan roket.

Karakteristik penting lain dari rudal ini adalah desain modularnya, yang memungkinkannya untuk menjalankan berbagai fungsi.

Dengan hanya menukar modul, rudal dapat dikonfigurasi untuk menyerang target darat atau kapal permukaan musuh.

Rudal dilengkapi juga dengan radar dan sistem elektro-optik/inframerah (EO/IR), semakin meningkatkan kemampuannya untuk menyerang target secara akurat dalam berbagai kondisi cuaca.

Rudal yang mulai diperkenalkan pada 2022 ini diharapkan dapat diselesaikan pengembangannya pada tahun 2026.

Uji terbang pertama dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025 menggunakan jet tempur ringan FA-50 sebagai platform pengujiannya.

Dilaporkan, kontraktor pertahanan utama seperti Hanwha Aerospace dan Korea Aerospace Industries (KAI) berpartisipasi dalam pengembangan rudal tersebut.

Selain akan digunakan oleh Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF), rudal supersonik yang belum diberi nama ini juga telah diminati Polandia untuk mempersenjatai FA-50 miliknya. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *