AIRSPACE REVIEW – Menteri Luar Negeri Senegal Yassine Fall membenarkan mengenai pembangunan pabrik produksi milik perusahaan KamAZ Rusia di Sinegal.
Prakarsa ini sejalan dengan strategi investasi Rusia yang lebih luas di seluruh Afrika untuk memperkuat pertukaran ekonomi dan industri antara kedua wilayah tersebut.
Fall menyoroti pentingnya pabrik KamAZ secara strategis, yang merupakan langkah penting dalam memajukan sektor industri pertahanan Senegal.
Diketahui, kemitraan antara Senegal dan KamAZ telah berkembang selama beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2019, Senegal telah membeli beberapa kendaraan tempur dari KamAZ untuk angkatan bersenjatanya, termasuk KamAZ Typhoon MRAP.
Perusahaan KamAZ juga telah mengirimkan 167 truk ke Senegal, terutama model KAMAZ-5460 untuk transportasi kontainer dari pelabuhan Dakar.
Puncaknya, pada bulan Juli 2023, ketika mantan Presiden Senegal Macky Sall menyatakan minatnya yang kuat untuk memperdalam kerja sama dengan KamAZ selama pertemuan dengan Rustam Minnikhanov, kepala wilayah Tatarstan Rusia.
Rencananya, pabrik KamAZ Sinegal ini akan memproduksi KAMAZ-63969 berpenggerak 6X6, salah satu seri dari keluarga Typhoon-K.
Kendaraan pengangkut pasukan lapis baja kelas berat yang dirancang untuk menahan ledakan ranjau darat dan ancaman balistik.
Lapisan baja “sandwich”-nya, yang menggabungkan baja konvensional dengan pelapisan keramik canggih, menawarkan perlindungan yang kuat, mampu menahan ledakan setara 8 kg TNT.
KAMAZ-63969 Typhoon-K dapat mengangkut hingga 12 personel dan bisa dilengkapi stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) bersenjatakan senapan mesin 7,62 mm. (RBS)