Korea Selatan akan memulai produksi massal jet tempur KF-21 Boramae tahun ini

Corak-ekor-KF-21-BoramaeKAI

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Korea Selatan akan memulai produksi massal jet tempur KF-21 Boramae buatan dalam negeri pada tahun ini (2024).

Hal ini berbarengan dengan peningkatan anggaran pertahanan negeri itu yang tahun 2024 ini meningkat 4,2% dibanding tahun lalu.

Seoul telah mengganggarkan 59,42 triliun won (50,2 miliar dolar AS) di mana anggaran ini termasuk pendanaan untuk memproduksi massal jet KF-21 sebesar 238,7 miliar won (201,6 juta dolar AS), seperti dikutip Air Recognition (4/1).

Untuk produksi tahap awal, Korea Aerospace Industries (KAI) akan memproduksi 20 unit KF-21, diturunkan dari target sebelumnya sebanyak 40 unit.

Jet tempur generasi 4,5 KF 21 Boramae dipersenjatai dengan kanon putar otomatis Vulcan M61A2 20 mm.

Pesawat juga dilengkapi beragam cantelan untuk membawa rudal udara ke udara dan rudal udara ke permukaan, bom berpemandu presisi, serta rudal antikapal.

Pengembangan KF-21 telah menjadi titik fokus bagi Korea Selatan. Lebih dari 140 uji penerbangan telah diselesaikan hingga saat ini.

Beragam persenjataan canggih termasuk rudal udara ke udara di luar jangkauan visual (BVRAAM) Meteor akan diintegrasikan pada jet tempur ini.

Integrasi rudal Meteor pada KF-21 merupakan tonggak penting, karena jet tempur mesin ganda ini adalah platform non-Barat pertama yang menggunakan persenjataan udara ke udara canggih buatan Eropa.

Uji coba rudal Meteor dari KF-21 dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahun 2024 ini.

KF-21 Boramae dikembangkan bersama oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dengan Indonesia sebagai mitranya.

Pesawat ini dirancang untuk berfungsi sebagai pesawat tempur superioritas udara dan pesawat tempur multiperan.

Program KF-21 bertujuan untuk menggantikan pesawat F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger II Korea Selatan yang sudah tua dengan pesawat tempur yang modern dan mumpuni. Sekira 120 unit KF-21 akan diproduksi untuk Angkatan Udara Korea Selatan.

Sementara itu, Indonesia belum memastikan akan mengakuisisi pesawat ini, walaupun dalam perencanaan awal Jakarta telah menyebut akan memborong 48 unit KF-21 untuk mengisi kebutuhan tiga skadron tempur TNI Angkatan Udara.

Saat ini Indonesia masih mempunya tanggungan untuk melunasi biaya pengembangan prototipe jet tempur KF-21.

-JDN-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *