AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah meraih kesuksesan gemilang dengan drone kamikaze Shahed-136 di Ukraina, Iran telah meluncurkan versi drone bertenaga jet yang diberi nama Shahed-238.
Mengusung desain yang sama dengan pendahulunya, amunisi berkeliaran ini memiliki tiga varian dengan sistem pemandu dan pencari yang berbeda, seperti diwartakan Eurasian Times (21/11).
Dari foto yang diposting di X menunjukkan tiga drone Shahed-238 dengan pencari front-end yang berbeda.
Drone pertama bagian hidungnya ditutupi benda seperti lembaran berwarna putih, sedangkan yang kedua seluruhnya padat, dan yang terakhir ada bagian kaca.
Pada varian pertama mungkin memiliki frekuensi radio atau kepala pencari radar pelacak.
Varian kedua tidak punya apa-apa dan terbang menuju sasarannya berdasarkan koordinat yang telah ditentukan, dipandu oleh kombinasi navigasi satelit (SATNAV) atau sistem navigasi inersia (INS).
Sedangkan varian ketiga memiliki pencari elektro-optik/inframerah.
Selain itu, drone Shahed-238 dilabur dengan cat hitam untuk mengurangi visibilitas dalam operasi tempur malam hari.
Sementara ini belum tersedia informasi mengenai berapa kecepatan drone Shahed-238 bermesin jet ini dan jenis mesin tutbojet apa yang digunakannya.
Untuk diketahui, Shahed-136 yang bermesin piston MD550 memiliki kecepatan maksimum 185 km/jam dan memiliki suara yang khas sehingga dijuluki sebagai skuter terbang.
Menjadi pertanyaan para pengamat militer/perang, apakah Iran akan segera ‘memainkan’ Saheed-238 dalam palagan sebenarnya? Dalam hal ini disumbangkan ke Rusia untuk berperang di Ukraina.
-RBS-