AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Bila jet tempur buatan Barat milik TNI Angkatan Udara seperti F-16 Fighting Falcon dan Hawk 200 dibekali rudal udara ke udara jarak dekat AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Serikat, maka Su-27/30 Flanker mengusung rudal sekelas yakni R-73.
Jet tempur multiperan Su-27/30 yang dioperasikan oleh Skuadron Udara 11 mulai mendapatkan beragam persenjatan maut dari Rusia pada 2012, termasuk rudal antipesawat R-77 dan R-73.
Khusus mengenai R-73, rudal yang dijuluki NATO sebagai AA-11 Archer ini adalah lawan setimpal untuk AIM-9.
Pengembangan rudal R-73 telah dimulai tahun 1973 di era Uni Soviet masih berdiri. Rudal ini dirancang oleh Vympel NPO.
Rudal R-73 resmi digunakan oleh AU Uni Soviet pada tahun 1982, disusul kemudian oleh negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa, dan negara sahabat Uni Soviet lainnya.
Seperti halnya AIM-9, rudal R-73 juga mengincar panas yang dihasilkan pesawat lawan. Rudal ini dibekali dengan pemandu sensor infra merah dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.
Tergolong sebagai rudal jarak pendek, R-73 dapat diandalkan untuk pertempuran jarak dekat atau dikenal dengan istilah Dog Fight.
Rudal R-73 memiliki thrust-vectoring yang memungkinkannya untuk melakukan manuver ekstrim saat memburu pesawat lawan yang lincah sekalipun.
Sebagai pendoronnya R-73 ditenagai oleh sebuah mesin roket berbahan bakar padat. Rudal mampu melejit hingga kecepatan 2,5 Mach dengan jangkauan maksimum antara 20-30 km.
Pada Sukhoi Su-27/30, rudal R-73 ditempatkan di kedua ujung sayap, seperti halnya AIM-9 pada jet tempur F-16.
-RBS