AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rostec telah mengumumkan dimulainya produksi serial untuk 2S25M Sprut-SDM1, tank ringan amfibi baru yang dilengkapi dengan meriam smoothbore 125 mm. Hal ini disampaikan Rostec di ajang Forum Teknis-Militer Internasional Army-2023 di Kubinka, luar kota Moskow.
Kendaraan tempur ini merupakan pengembangan dari 2S25 Sprut-SD 125 mm Self-Propelled Gun (SPG), yang dibangun berdasarkan sasis kendaraan tempur infanteri lapis baja BMD-4M.
Prototipe 2S25M Sprut-SDM1 pertama kali diluncurkan di Forum Army-2015.
Selanjutnya pada 2021, 2S25M Sprut-SDM1 menjalani pengujian negara di Laut Hitam.
Uji tersebut mendemonstrasikan kemampuan tank untuk menembakkan meriam 125 mm secara efektif dalam berbagai kondisi laut.
2S25M Sprut-SDM1 menunjukkan kemampuan navigasi di atas air yang baik dan kesesuaian transportasi saat dimuat pada kapal serbu amfibi besar maupun pesawat angkut militer Il-76.
Kendaraan ini menjalani pengujian ketat di berbagai medan dengan jarak tempuh 8.000 km. Armor kendaraan juga menjalani pengujian terhadap ancaman balistik dan ranjau.
Pengembangan dan produksi 2S25M Sprut-SDM1 diawasi oleh biro desain Rusia dari VgTZ (Volgograd Tractor Plant), yang beroperasi di bawah Concern Tractor Plants, sebuah divisi dari Machine-Building and Industrial Group.
Peningkatan penting pada 2S25M Sprut-SDM1 termasuk peningkatan pada sistem pengendalian tembakan dan penambahan senapan mesin berat untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara.
Meskipun berbobot hanya 18 ton, 2S25M Sprut-SDM1 menawarkan daya tembak yang signifikan sebanding dengan tank tempur utama T-90MS.
Meriam 2A75 125 mm smoothbore-nya mampu menambak sasaran hingga jarak maksimum 5 km. Kendaraan dilengkapi dengan loader otomatis yang mirip dengan yang ada di tank T-90 dan T-72.
2S25M Sprut-SDM1 dapat menggunakan berbagai amunisi modern, seperti putaran sub-kaliber penusuk lapis baja, peluru berdaya ledak tinggi, amunisi yang diledakkan dari jarak jauh, dan meluncurkan rudal antitank (ATGM).
Persenjataan tambahan termasuk senapan mesin 7,62 mm dan enam peluncur granat asap, tiga di setiap sisi meriam.
Tank ringan amfibi ini dilengkapu dengan sistem kontrol tembak digital modern, menggabungkan bidikan gabungan penembak Sosna-U PNM dan panoramik komandan PKP.
Sistem ini memasilitasi penembakan dalam berbagai kondisi cuaca, siang dan malam, dan mencakup fitur seperti pelacakan target otomatis.
Sebagai tenaga penggeraknya berupa mesin diesel multi bahan bakar UTD-29, menghasilkan daya 450-500 hp. Dengan jangkauan operasi sekitar 500 km.
Kecepatan laju maksimum di jalan datar mencapai 70 km/jam. Sementara kecepatan melaju di atas air 7 km/jam berkat water jet di kedua sisi bagian belakang lambung.
Misi utama 2S25M Sprut-SDM1 adalah untuk memberikan dukungan tembakan di berbagai skenario pertempuran.
Terrmasuk keterlibatan langsung dengan kendaraan tempur lapis baja lawan, menghilangkan benteng musuh, dan dapat menjalankan misi pengintaian.
-RBS-
Apa ada harapan DepHan RI beli tank ini …sekalian dengan tambahan BTR 80A BMP 3P dan BT3 untuk TNI AL kita ??
Bosan dengan PT76 dan BTR 50P yang ada ..
Sebenarnya tank Sprut ini cocok untuk menggantikan tugas PT-76 yang sudah uzur, tugas dan fungsinya sama persis. Tapi kembali lagi ke Pemerintah. Kalo user saya yakin pasti kalo dibelikan tank ini …