AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia telah membatalkan Pameran Kedirgantaraan dan Ruang Angkasa Internasional MAKS 2023 yang awalnya akan dilaksanakan di Zhukovsky pada 25-30 Juli mendatang.
Sumber yang dikutip The Moscow Times menyatakan, pembatalan salah satu pameran udara internasional terbesar itu akibat terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina serta adanya sanksi Barat terhadap Rusia.
Seperti diketahui, negara-negara Barat memberlakukan sanksi keras terhadap industri penerbangan Rusia tak lama setelah keputusan Kremlin untuk mengirim tank ke Ukraina.
Sementara MAKS diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkuat hubungan dengan mitra asing.
“MAKS digunakan untuk memperkuat hubungan dengan mitra asing dan sekarang kehilangan arti aslinya,” ujar pakar militer Valery Shiryaev.
Pembatalan MAKS, acara dua tahunan yang dimulai sejatk tahun 1993 ini, berdampak pada acara publik besar lainnya. MAKS menyedot ratusan ribu pengunjung dan mendatangkan peserta dari puluhan negara.
Pada MAKS 2021 diikuti 20 negara dan menghasilkan perjanjian senilai 265 miliar rubel (3,31 miliar USD).
Dibatalkannya MAKS 2023, menurut laporan media, juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terjadinya serangan drone dari pihak luar dan kurangnya pengunjung.
Selain itu, sehubungan dengan operasi yang dilaksanakan oleh Angkatan Udara Rusia, dikhawatirkan akan terjadi pengurangan partisipasi untuk pertunjukan udara.
Kalaupun MAKS 2023 tetap dilaksanakan, peserta pameran diprediksi hanya akan datang dari lima negara yaitu India, Iran, China, Serbia, dan Belarus.
Alasan lain untuk membatalkan pameran adalah karena masalah keamanan yang meningkat, kata lima sumber industri penerbangan kepada harian bisnis Kommersant pada hari Rabu.
Seperti diketahui, dalam beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan serangan pesawat tak berawak, termasuk serangan ke Kremlin.
Rusia telah membatalkan serangkaian acara publik tradisional lainnya sejak invasi Ukraina karena masalah keamanan, termasuk parade militer untuk menghormati peringatan kekalahan Nazisme oleh Uni Soviet.
Dengan dibatalkannya MAKS 2023, beberapa penduduk setempat di kota Zhukovsky di wilayah Moskow, menyatakan kelegaan mereka.
“Semua kegiatan seperti itu selalu berpotensi sangat berbahaya,” kata Stanislav, seorang penduduk Zhukovsky.
“Ini keputusan yang sangat bijak mengingat tingkat ancaman keamanan tertinggi tahun ini,” lanjutnya.
Penduduk lokal lainnya, Vladimir Avdeev, yang juga senang dengan pembatalan tersebut, mengatakan bahwa acara tersebut sepertinya tidak ada gunanya di tengah perang Ukraina yang sedang berlangsung.
Ia mengatakan, saat ini pilot Angkatan Udara Rusia lebih berkonsentrasi pada tugas perang di Ukraina di mana mereka dituntut menunjukkan keahlian mereka.
Rencananya, MAKS 2023 akan ditunda hingga Musim Panas tahun depan.
-JDN-