AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sistem rudal pertahanan udara Rusia di Semenanjung Krimea berhasil mencegat serangan oleh dua Rudal Balistik Grom-2 Ukraina pada 6 Mei.
Serangan tersebut disinyalir sebagai percobaan serangan balik Ukriana di wilayah yang diduduki Rusia tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Rudal Permukaan ke Permukaan Grom-2 ini dikembangkan berdasarkan teknologi Uni Soviet yang diwarisi oleh Ukraina ketika negara Beruang Merah tersebut runtuh pada Desember 1991.
Dalam jumlah terbatas, Grom-2 masih digunakan Militer Ukriana bersama sistem rudal balistik taktis Tochka-U yang selama diandalkan untuk menyerang target strategis militer Rusia.
Rudal berbahan bakar padat ini disebarkan dari wahana Transporter Erector Launcher (TEL), dengan jangkauan 500 km dan membawa hulu ledak 500 kg.
Dilansir Military Watch (8/5), peluncuran dua Rudal Grom-2 menyerang target di Krimea ini bertepatan dengan upaya serangan pesawat tak berawak (sekitar 10 drone) menargetkan ibu kota regional Sevastopol.
Gubernur Krimea Mikhail Razvozhaev melaporkan bahwa pasukan pertahanan udara dan unit perang elektronik berhasil mencegah serangan lain di Sevastopol, tanpa merusak bangunan apa pun di kota itu.
Namun tak dijelaskan secara rinci sistem pertahanan udara yang digunakan untuk mencegat Grom-2 dan drone kamikaze Ukraina tersebut.
Diketahui, Militer Rusia sendiri telah menyebarkan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-300PM dan S-400 di wilayah Krimea. Termasuk juga sistem pertahanan udara jarak dekat Pantsir.
-RBS-