AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, GDLS (General Dynamics Land Systems) tengah mengembangkan TRX SHORAD (Short Range Air Defense) sebagai wahana antidrone.
Kendaraan darat tak berawak ini menggunakan platform TRX (Tactical Robot eXperimental) yang dilengkapi dengan turret bersenjatakan satu kanon otomatis 30 mm dan delapan rudal antipesawat jarak pendek, Stinger.
Rudal Stinger sendiri memiliki dua varian utama, FIM-92A dengan jangkauan hingga 4,8 km dan ketinggian maksimum sekitar 3,8 km. Lalu FIM-92B yang memiliki jangkauan hingga 8 km dan ketinggian maksimum sekitar 4,6 km.
Baik kanon 30 mm maupun rudal Stinger dapat diandalkan untuk merontokkan berbagai jenis drone, juga pesawat atau helikopter vang terbang rendah.
TRX dirancang GDLS untuk digunakan dalam operasi militer di wilayah yang berbahaya, termasuk lingkungan perkotaan, gurun, dan hutan.
Untuk spesifikasinya, TRX memiliki bobot 10 ton dan muatan 450 kg. Ditenagai oleh propulsi hibrida berupa mesin diesel dan motor listrik.
Kendaraan dikendalikan dari jarak jauh oleh operator menggunakan pengontrol genggam atau komputer laptop.
Namun dapat juga beroperasi secara mandiri, menggunakan sensor onboard dan algoritma AI (Artificial Intelligence) untuk menavigasi dan menjalankan misi.
TRX dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk kamera, pengukur jarak laser, dan pencitra termal, yang memungkinkannya mendeteksi dan mengidentifikasi target pada jarak jauh.
-RBS-