AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Udara AS (USAF) kembali menjatuhkan objek udara asing keempat yang terbang di atas wilayah udara AS bulan ini. Bukan menggunakan jet tempur siluman F-22 Raptor, melainkan kali ini menggunakan jet tempur F-16.
Objek udara asing tersebut dijatuhkan di atas Danau Huron, kata anggota Kongres Jack Bergman dalam unggahan di media sosialnya.
Ia menambahkan bahwa pilot telah melaksanakan tindakan yang tegas dan orang-orang Amerika layak mendapatkan lebih banyak jawaban (informasi) dari apa yang terjadi.
Pernyataan Bergman muncul setelah Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) menerapkan pembatasan penerbangan sementara di wilayah udara di atas Danau Michigan sekitar pukul 12 malam EST pada 12 Februari 2023.
Komando itu mengatakan, pembatasan diterapkan untuk memastikan keamanan lalu lintas udara masuk selama operasi NORAD.
Menurut laporan, pesawat tempur F-16 adalah yang dipilih untuk menembak objek berbentuk segi delapan itu menggunakan rudal udara ke udara AIM-9X.
Disebut bahwa objek yang ditembak berada di ketinggian 20.000 kaki.
Untuk diketahui, objek pertama yang dijatuhkan oleh F-22 pada 4 Februari 2022 adalah balon ketinggian tinggi milik China. Sementara dua objek lainnya yang ditembak pada 10 Februari dan 11 Februari, disebutkan Gedung Putih sebagai objek seukuran mobil kecil.
Penembakan objek keempat di atas wilayah udara AS dan Kanada telah menimbulkan banyak pertanyaan tentang mengapa hal ini tampaknya berubah menjadi tren yang berkembang.
Salah satu penjelasan yang diberikan oleh para pejabat adalah fakta bahwa Pentagon telah menyesuaikan radarnya untuk mendeteksi dengan lebih baik objek-obejek udara, termasuk deteksi objek yang bergerak dengan kecepatan jauh lebih rendah daripada rudal atau pesawat terbang.
-Poetra-