AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Seperti perhelatan Indo Defence sebelum-sebelumnya, PT Pindad selalu menampilkan kejutan dengan produk-produk terbarunya yang ditawarkan untuk Tri Matra Militer dan Kepolisian.
Pada pameran ke-9 yang berlangsung pada 2-5 November di JIExpo Kemayoran ini, PT Pindad memperkenalkan beberapa kendaraan perang baru untuk pertama kalinya ke hadapan publik.
Kendaraan tersebut di antaranya adalah panser Badak versi LM-RADS, panser APC Anoa 3, kendaraan amfibi Zaha MAV dan kendaraan taktis (rantis) ringan MV Cruiser.
Berikut ulasannya:
Pertama, Badak LM-RADS (Light Muliti-Role Air Defence System) yakni kendaraan perang jenis SPAAG atau Self-Propelled Anti-Aircraft Gun. Pindad bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Rheinmetall dari Jerman.

Badak 6X6 ini mengusung kubah senjata senjata Oerlikon Skyranger yang dibekali kanon kaliber 30 mm dan sistem rudal pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) serta diintegrasikan dengan radar pencarian AESA 360 derajat.
Kanon Badak LM-RADS ini memiliki jangkauan efektif hingga 3.000 m, sementara untuk rudalnya mencapai jarak maksimum 6.000 m.
Kedua sistem senjata tersebut mampu menyasar sasaran terbang jarak pendek berkecepatan tinggi seperti pesawat jet tempur/serang, rudal, pesawat sayap tetap lainnya, termasuk juga helikopter, dan drone.
Untuk mengoperasikannya, dibutuhkan tiga awak terdiri dari pengemudi, komandan dan juru senjata yang duduk dalam kabin terlindungi dari tumbukkan peluru dan serpihan munisi artileri hingga STANAG level 1 sampai 4.
Kedua, Panser Anoa 3 versi angkut pasukan (APC) generasi baru yang bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Arquus Defense dari Perancis.

Kendaraan berbobot 20 ton ini dibekali mesin diesel Cat C7 berdaya 370 hp. Kecepatan maksimumnya di jalan datar mencapai 100 km/jam dengan jangkauan operasi 800 km.
Anoa 3 versi APC ini dapat menampung 10 pasukan bersenjata lengkap, dan diawaki dua-tiga kru yakni pengemudi, komandan plus juru senjata.
Kulit lapis baja Anoa 3 tahan terhadap tumbukkan munisi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm atau 14,5 mm. Kendaraan juga sanggup bertahan dari ledakan ranjau atau IED (bahan peledak improvisasi).
Memiliki dimensi panjang 7,3 m, lebar 2,6 m dan tinggi 2,5 m, Anoa 3 bisa digeser lewat udara menggunakan pesawat angkut militer sekelas C-130 Hercules atau A400M Atlas.
Ketiga, adalah ranpur amfibi Zaha MAV (Marine Assault Vehicle) yang berkolaborasi dengan perusahaan pertahanan FNSS dari Turkiye. FNSS sebelumnya telah bekerja sama dengan PT Pindad menghasilkan tank medium Harimau.

Kendaraan amfibi berbadan bongsor ini dioperasikan oleh tiga awak dan kapasitas muat untuk 21 pasukan bersenjata.
Kendaraan memiliki dimensi panjang 8,3 m, lebar 3,3 m, dan bobot tempur 30 ton. Untuk menekan bobotnya, body Zaha dibuat dari campuran baja dan alumunium yang ringan dan kuat.
Penggeraknya berupa mesin diesel yang dipasang di bagian depan lambung yang digabungkan dengan transmisi otomatis penuh. Kecepatan laju di darat mencapai 70 km/jam.
Sementara untuk berenang di atas air laut, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan maksimum 13 km/jam berkat dua water jet yang dipasang di bagian belakang lambung.
Nantinya, produksi lokal kendaraan serbu amfibi Zaha ini ditujukan untuk memenuhi TNI Angkatan Laut akan kendaraan lapis baja baru untuk pendaratan amfibi dan pemulihan amfibi untuk Korps Marinir.
Keempat, rantis ringan MV Cruiser berpenggerak 4×4 yang digunakan untuk misi penyerbuan cepat dikenal juga sebagai jenis kendaraan LSV (Light Strike Vehicle) atau FAV (Fast Attack Vehicle).

Kendaraan dengan bobot kisaran 2,5 ton ini digerakkan oleh mesin diesel berdaya 136 hp yang sanggup digeber hingga kecepatan maksimum 120 km/jam.
Kendaraan memiliki desain ringkas yakni panjang 4,8 m, lebar 2 m, dan tinggi 1,8 m. Dapat bermanuver lincah dipertemukan kota maupun rimba.
MC Cruiser dapat membawa 4-5 pasukan bersenjata dalam misi tempurnya, yang dapat dipersenjatai senapan mesin atau minigun kaliber 7,62 mm di dudukan senjata pada rangka atapnya.
-RBS-