AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Filipina telah menerima delapan unit ATMOS (Autonomous Truck Mounted Howitzer System) 2000 self-propelled howitzer (SPH) terbaru dari Israel.
Kedelapan sistem senjata artileri tersebut tiba di Pelabuhan Makar, General Santos City, Filipina pada 29 September 2022, tulis kantor berita PNA.
Seluruh sistem ini akan dioperasikan oleh Pusat Satuan Tugas Gabungan Angkatan Bersenjata Filipina mendukung operasi kontra-teroris.
ATMOS merupakan senjata terbesar yang dimiliki Arsenal Angkatan Darat saat ini.
Dengan pemuatan otomatis dan kontrol tembakan digital, sistem ini dapat memberikan tembakan akurat hingga jarak 41 kilometer.
Pengadaan ATMOS 2000 dari Israel merupakan bagian dari Rencana Modernisasi Angkatan Bersenjata Revisi Filipina, Horizon 2.
Persenjataan buatan Elbit Systems dari Israel ini dibeli seharga 47 juta USD pada tahun 2020.
-Kallmoz-