AS tahu China sedang berusaha menyalip pembuatan jet tempur generasi ke-6

Konsep jet tempur generasi keenam ChinaVia Global Security

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Amerika Serikat mengetahui China saat ini sedang berupaya menyalip pembuatan jet tempur generasi keenam.

Pendekatan China untuk mengembangkan pesawat tempur generasi keenam mirip dengan yang dilakukan oleh Angkatan Udara AS (USAF), yakni Next Generation Air Dominance (NGAD).

Panglima Komando Tempur Udara AS Jenderal Mark D. Kelly menyatakan hal itu kepada wartawan di Konferensi Udara, Luar Angkasa, dan Siber yang diselenggarakan oleh Asosiasi Angkatan Udara belum lama ini.

Untuk itulah ia menekankan agar Amerika Serikat harus lebih dulu menguasai teknologi ini.

Ditegaskan bahwa AS mencapai dominasi udara generasi keenam setidaknya sebulan sebelum China.

Ia juga mengingatkan bahwa China sebagai pesaing AS tahu apa yang harus mereka lakukan.

“Kami, sebagai sebuah bangsa, cenderung melepaskan trapeze dan membuat lompatan untuk anak tangga berikutnya,” kata dia.

Sementara China, lanjut dia, cenderung mengulangi —5.1, 5.2, 5.3.

“Mereka cenderung mengulangi apa yang mereka miliki, dan berubah, serta berevolusi.”

Dikatakan bahwa China memulai dengan Su-27, lalu berlanjut ke Su-30, kemudian ke J-16, dan Su-35 mereka sendiri.

China melakukan upgrade dan versi lanjutan dari seri pesawat tempur Flanker Rusia yang dibeli dan kemudian dibangun sendiri secara lokal.

Su-35 dirancang oleh Rusia, tetapi China telah menyesuaikan spesifikasinya sendiri.

“Itu adalah pesawat yang bagus,” aku Kelly, menyebutnya sebagai pesawat generasi keempat dengan avionik generasi kelima dan kecepatan generasi kelima.

Pesawat-pesawat tersebut, tambah dia, membuat China lebih mudah ketika menaiki anak tangga hingga mereka membuat pesawat tempurnya sendiri.

Hal itu yang dimaksud Kelly sebagai rencana berulang untuk mencapai generasi keenam.

“Kita harus sampai di sana sebelum mereka melakukannya. Itu tidak akan berakhir dengan baik jika kita tidak melakukannya,” tandas dia seperti diberitakan Air & Space Forces.

Dia juga mengatakan bahwa F-22 Raptor harus tetap kredibel dan relevan dengan pertarungan modern, sampai USAF memiliki NGAD selepas tahun 2030.

-Kallmoz-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *