AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Turki masih berharap Amerika Serikat akan memuluskan rencana akuisisi 40 jet tempur F-16V dan 80 kit untuk modernisasi F-16C/D yang telah diajukan ke Washington.
Sandungan sejauh ini datang dari anggota Kongres AS yang memberikan batasan atau syarat penjualan F-16V ke Ankara, yakni tidak boleh digunakan untuk melanggar wilayah kedaulatan udara Yunani.
Turki berulang kali memohon, namun berulang kali juga melontarkan niat untuk mencari jet tempur dari negara lain bila pengajuan untuk F-16V dipersulit oleh AS.
Bagi Turki, tidak ada aturan yang harus diikuti ketika mereka sudah mendapatkan F-16 dari AS.
Pada hari Kamis, saat berada di New York, Amerika Serikat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyempatkan diri mengunjungi dua orang Senator AS yang selama ini getol menolak penjualan F-16V ke Turki. Keduanya adalah Senator AS Lindsey Graham dan Chris Coons.
“Negosiasi dengan Amerika Serikat mengenai penjualan jet tempur F-16 berjalan secara positif,” ujar Erdogan usai bertemu kedua Senator AS.
Ia pun menyampaikan akan mambahas masalah ini lebih lanjut melalui telepon dengan Presiden AS Joe Biden.
“Kami berharap suasana positif ini akan terus berlanjut. Saya pikir kita akan mendapatkan hasil dari ini sesegera mungkin,” kata Erdogan kepada wartawan di New York, di mana dia menghadiri Majelis Umum tahunan para pemimpin dunia (UNGA).
Sebelumnya Presiden AS Joe Biden menyatakan akan mendukung niat Ankara untuk membeli F-16V dan kit untuk modernisasi F-16 lama.
Seperti diberitakan Daily Sabah, Erdogan awal bulan ini menyatakan harapan bahwa AS akan tidak akan memimpin Turki ke trek yang berbeda.
“AS bukan satu-satunya yang menjual pesawat tempur di dunia. Inggris, Prancis, dan Rusia juga menjualnya,” ujarnya.
Penjualan senjata AS ke Turki menjadi perdebatan setelah Ankara mengakuisisi sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia.
Sistem ini sering disebut sebagai ancaman bagi kelangsungan jet tempur siluman F-35.
-Poetra-