Dijanjikan F-15EX oleh AS, maukah Mesir menjual MiG-29M ke Ukraina?

MiG-29M dan F-15EX (1)EAF, Boeing

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sudah lebih empat puluh tahun Mesir menginginkan jet tempur F-15 dari Amerika Serikat untuk mencapai superioritas angkatan udaranya.

Namun, selama itu pula keingingan tersebut tidak dikabulkan oleh Washington. Hal ini berbeda halnya dengan Israel, Arab Saudi, Qatar maupun negara-negara terpilih lainnya, yang diberikan izin untuk memiliki varian Strike Eagle yang canggih.

Meskipun AS telah menjual armada F-16 ke Mesir selama empat dekade, Washington pun tidak pernah mengizinkan Kairo untuk membeli rudal udara ke udara di luar jangkauan visual (BVRAAM).

Kairo harus puas dengan rudal udara ke udara jarak menengah AIM-7 Sparrow dan rudal udara ke duara jarak pendek AIM-9 Sidewinder yang kapabilitasnya di bawah AIM-120 AMRAAM.

Kini, di saat Ukraina membutuhkan jet tempur era Soviet yang telah dikuasai seperti MiG-29, kesempatan untuk mendapatkan F-15 terbuka bagi Mesir bila mau menukar jet tempur itu dengan F-15 generasi tercanggih.

Untuk diketahui, Mesir saat ini memiliki sekira 50 MiG-29M/M2, varian hasil modernisasi dari versi standar.

Pada bulan Maret lalu, tulis sebuah artikel di Forbes, Jenderal Frank McKenzie yang saat itu menjadi komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), mengatakan bahwa AS akhirnya akan memasok Mesir dengan jet tempur F-15 setelah menolak untuk melakukannya selama lebih dari 40 tahun.

“Dalam kasus Mesir, saya pikir kami memiliki kabar baik karena kami akan memasok mereka dengan F-15,” kata McKenzie seraya menambahkan bahwa ini adalah pekerjaan yang panjang dan sulit untuk menyelesaikan penjualannya.

Meskipun McKenzie tidak memberikan rincian lebih lanjut, publikasi Jane cukup menerangkan spekulasi bahwa Kairo kemungkinan akan menerima varian Advanced Eagle terbaru, yang sebelumnya telah dijual ke Arab Saudi sebagai F-15SA, ke Qatar sebagai F-15QA, dan ke USAF sebagai F-15EX.

Pesawat-pesawat yang dapat membawa hingga 12 AMRAAM ini, tidak diragukan lagi akan memberi Mesir kemampuan udara ke udara yang telah lama hilang dan meniadakan kebutuhan akan alternatif dari Rusia yang disebut berkapabilitas lebih rendah.

Mesir juga dapat menghindari sanksi CAATSA dari AS dan lebih lanjut mengonsolidasikan hubungan pertahanan yang semakin erat dengan Barat sejak akhir 1970-an, ketika Washington menggantikan Moskow sebagai pemasok senjata utama Kairo.

Di sisi yang lain, Israel dilaporkan sangat mendukung penjualan F-15 ke negara tetangga selatannya tersebut.

Sebab, Israel telah mengoperasikan jet siluman canggih F-35I generasi kelima.

Sehingga, menjual F-15 canggih ke Mesir tidak akan merusak keunggulan militer kualitatif (QME) yang secara hukum wajib dipertahankan oleh Washington.

Akankah Kairo melepaskan seluruh sistem persenjataan Soviet/Rusia dan berkiblat sepenuhnya kepada AS? Mari kita lihat bersama.

-Poetra-

One Reply to “Dijanjikan F-15EX oleh AS, maukah Mesir menjual MiG-29M ke Ukraina?”

  1. begitu beli, langsung terikat… gak boleh digunakan utk ini… gak boleh digunakan utk itu….walau canggih, belum tentu juga seluruh perangkat lunaknya diberikan, jika bukan sekutu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *