Dubes RI di Dakar sambut CN235-220 MPA pesanan Senegal

CN235-220 tiba di SenegalKemenlu

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Duta Besar RI di Dakar H.E. Dindin Wahyudin didampingi oleh Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Arh Bangun Manahan Tanjung menyambut kedatangan pesawat CN235-220 MPA di Dakar, Senegal pada Selasa, 30 Maret 2021.

Pesawat CN235 tersebut merupakan pesanan ketiga pemerintah Senegal kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

CN235 terbang dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung pada 19 Maret 2021. Pesawat terbang melintasi India, Qatar, Sudan, Chad, Nigeira, sebelum sampai di Senegal.

Penerbangan feri pesawat CN235 dipimpin oleh Capt. Esther Gayatri Saleh. Pesawat membawa 10 kru termasuk awak pesawat dari Senegal.

Dubes RI Dindin Wahyudin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Angkatan Udara Senegal yang kembali menggunakan pesawat produksi Indonesia.

Sementara Athan RI di Abuja menambahkan bahwa dengan pembelian pesawat CN235-220 MPA ini membuktikan hubungan kerja sama militer dan pertahanan di antara kedua negara sangat baik dan produktif.

CN235 MPA buatan PTDI memiliki beberapa keunggulan, antara lain dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput.

Pesawat mampu terbang selama delapan jam. Sistem avioniknya telah menggunakan glass cockpit, dilengkapi teknologi autopilot, dan memiliki winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

CN235-220 MPA dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360-degree Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 mil laut, dan Automatic Identification System (AIS).

Pesawat juga dilengkapi dengan  sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal.

Kemudian terdapat juga Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.

Sebelumnya, Senegal telah membeli pesawat CN235 dari PTDI pada 2011 dan 2014.

Untuk pembelian ketiga ini kontraknya ditandatangani pada tahun 2017 dan pada awalnya direncanakan akan diserahkan pada September tahun lalu.

Namun, pengiriman pesawat ditunda hingga Maret tahun ini akibat pandemi COVID-19.

Poetra M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *