AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tak tertinggal dalam penggunaan drone mata-mata layaknya negara lain, TNI AU juga telah mengoperasikan drone intai kelas MALE (medium-altitude, long-endurance).
Drone pertama adalah Aerostar yang dioperasikan oleh Skadron Udara 51 yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak.
Debut drone tersebut adalah dalam Latihan Puncak TNI AU, Angkasa Yudha 2016.

Drone MALE kedua adalah CH-4B Rainbow yang memiliki kemampuan serang darat (bersenjata). Debut pertamanya saat tampil dalam Latihan Gabungan TNI dengan sandi “Dharma Yudha” pada September 2019.

Ke depannya kebutuhan drone MALE juga akan dipasok oleh industri dalam negeri.
Saat ini BPPT bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia dan lembaga terkait lainnya sedang mengembangkan drone Elang Hitam yang telah diluncurkan pada Desember 2019.
Rangga Baswara Sawiyya
apakah itu tidak bisa digunakan untuk menjejaki GPL di Papua dan di Sulawesi, dari ketinggian, dan melumpuhkannya, trutama untuk daerah2 sulit dan tidak dikenal, daripada mengorbankan tenaga bahkan nyawa anggota pasukan TNI.
Kalau drone Rajawali 720 itu masuk kategori yang mana ya bung admin
Masuk MALE drone.
Drone ini apa bisa nembah gak dari atas. Apa dilengkapi senjata rudal. Kalau hnya ngintip ngintip saja gak bisa nembak ya lebih baik ini janda jepang.