AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Walau Turki telah dikeluarkan oleh Amerika Serikat (AS) dari Program F-35 menyusul penerimaan sistem pertahanan udara S-400 Triumf oleh Ankara dari Moskow pada Juli 2019, Washington rupanya masih membeli suku cadang pesawat F-35 yang dibuat oleh industri dirgantara Turki hingga saat ini.
Bahkan, pembelian masih akan dilaksanakan hingga tahun 2022 mendatang.
“AS akan terus membeli suku cadang untuk F-35 Joint Strike Fighter dari Turki hingga 2022, meskipun Ankara telah membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia yang disebut sebagai ‘pembunuh F-35’ oleh Moskow,” kata Ellen Lord, pejabat Departemen Pertahanan AS untuk Akuisisi dan Keberlanjutan seperti diberitakan Military.com pada 1 Oktober 2020.
Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengeluarkan Turki dari Program F-35 dan menyetop seluruh pengiriman F-35 kepada Ankara.
Demikian juga dengan seluruh program pelatihan pilot F-35 Angkatan Udara Turki dan pendidikan para teknisi pesawat ini telah dihentikan oleh AS.
Walau begitu, kata Lord, Departemen Pertahanan masih harus membeli suku cadang F-35 buatan Turki untuk mempertahankan produksi.
Pabrik-pabrik dirgantara di Turki membuat lebih dari 900 jenis suku cadang F-35, termasuk bagian badan, sistem tampilan kokpit, dan komponen lainnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan, keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia telah mengeluarkan negeri itu dari program berkelanjutan F-35. Ia menegaskan, F-35 tidak bisa digunakan berdampingan dengan S-400.
“F-35 tidak dapat hidup berdampingan dengan platform pengumpulan intelijen Rusia yang akan digunakan untuk mempelajari kemampuan dan kecanggihan pesawat itu,” kata Grisham.
Lockheed Martin (LM), sebagai produsen F-35, pada awalnya menyayangkan dikeluarkannya Turki dari program F-35.
Namun begitu, Lockheed Martin tunduk pada keputusan Washington dan kemudian berupaya mencari pengganti produksi suku cadang F-35 untuk mempertahankan suplai suku cadang pesawat jet tempur siluman ini.
Turki sendiri awalnya telah merencanakan pembelian 100 unit F-35.
Roni Sontani