AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Jammer terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) telah berhasil dicoba oleh pesawat serang elektronik EA-18G Growler. Misi penerbangan pengujian sistem ini dilaksanakan oleh Skadron Uji dan Evaluasi (VX) 23 di Naval Air Station Patuxent River, Maryland, pada 7 Agustus 2020.
Jammer dengan nama NGJ-MB (Next Genertaion Jammer Mid-Band) dikembangkan selama empat tahun oleh Raytheon Intelligence and Space.
Perangkat ini akan menggantikan ALQ-99 Tactical Jamming System (TJS) yang digunakan pada EA-18G.

NGJ-MB merupakan jammer eksternal yang ditempatkan di pod. Perangkat ini akan mendeteksi ancaman-ancaman yang datang menggunakan perangkat lunak yang didasarkan pada teknologi radar AESA (active clectronically scanned array) dan mengacaukam sistem komunikasi dan pertahanan musuh.
Dengan pod NGJ-MB, pilot Growler dapat dengan cepat mengidentifikasi dan melumpuhkan musuh di lingkungan spektrum elektromagnetik yang diperebutkan. Pod ini akan memancarkan energi gangguan daya tinggi.
“NGJ Mid-Band adalah pembangkit tenaga listrik,” kata Dan Theisen, Direktur di Raytheon Intelligence & Space beberapa waktu lalu.
Roni Sontani