AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Helikopter Angaktan Laut Kerajaan Inggris (RN) Wildcat HMA2 mendapatkan integrasi sistem persenjataan baru. Salah satu peningkatan kapabilitas yang dilakukan adalah penambahan rudal multiperan ringan udara ke darat baru Thales Martlet dan rudal ringan antikapal selam MBDA Sea Venom.
Persenjataan diintegrasikan pada sayap senjata heli Wildcat berbobot enam ton buatan Leonardo ini.
Dijadwalkan, armada ‘Kucing Liar’ dengan persenjataan baru ini dapat beroperasi di gugus kapal induk (CSG) 21 RN paling lambat akhir tahun depan.
Wildcat HMA2 akan mengisi kekuatan kapal induk HMS Queen Elizabeth (R08) setelah uji coba Martlet selesai dilaksanakan.
Fungsi heli ini adalah memberikan perlindungan udara (peperangan antikapal permukaan) terhadap kapal induk RN beserta kekuatan pengirinya seperti kapal perusak Tipe 45 dan fregat Tipe 23.
Setiap heli HMA2 dapat membawa muatan 20 Martlet atau empat rudal Sea Venom maupun kombinasi 10 Martlet dan dua Sea Venom.

Setiap sayap heli Wildcat ini mampu menampung senjata seberat 360 kg.
Rudal Martlet berpemandu laser dengan bobot 13 kg dapat menjangkau sasaran dalam jarak 6-9 km. Kecepatan lajunya di angka 1,5 Mach.
Sementara rudal Sea Venom berkecepatan subsonik-tinggi dengan bobot 120 kg mampu menjangkau jarak hingga 11 mil laut (20,37 km).
Seperti diberitakan Flight Global, Angkatan Laut Kerajaan Inggris saat ini mengoperasikan 24 Wildcat HMA2. Sementara Angkatan Darat (British Army) mengoperasikan 28 unit tipe versi standar Apache AH Mk-1. Kedua heli dibuat oleh AgustaWestland (Leonardo Helicopters).
Roni Sontani