AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Airbus Helicopters dan Direktorat Jenderal Persenjataan Perancis (DGA) memulai studi baru militersisasi helikopter H160 menjadi H160M. Heli ini akan digunakan oleh tiga matra militer Perancis sebagaimana telah terpilih dalam program Joint Light Helicopter (Hélicoptère Interarmées Léger/HIL) tahun 2017.
Kontrak baru telah ditandatangani oleh Airbus dan DGA yang juga melibatkan Safran Helicopter Engines pada 30 Desember 2019 untuk menghasilkan prototipe H160M yang akan diluncurkan tahun depan. Program ini lebih cepat satu tahun dari jadwal rencana semula pada 2022.
Safran Helicopter Engines dilibatkan dalam proyek ini guna memaksimalkan ketersediaan semua kebutuhan H160M, termasuk mesin, agar dapat mendukung ketersediaan Guépard nantinya.
Nama Guépard (Cheetah) resmi ditabalkan oleh Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly saat mengunjungi fasilitas Airbus Helicopters di Marignane, Perancis pada 27 Mei 2019.
Mock-up H160M selanjutnya pertama kali dipamerkan kepada publik pada penyelenggaraan Paris Air Show, Juni 2019.
Airbus menyatakan, H160 didesain sebagai helikopter modular yang dapat melaksanakan beragam misi dalam satu platform helikopter. Mulai dari misi infiltrasi komando, pencegatan di udara, dukungan tembakan, peperangan antikapal, dan lainnya.
H160M dijadwalkan mulai digunakan oleh Angkatan Bersenjata Perancis pada 2026.
Program HIL, mensyaratkan helikopter mesin ganda yang dapat terbang dengan kecepatan 180 knot (330 km/jam). Heli yang diawaki dua orang ini mampu membawa lima personel bersenjata lengkap.
Angkatan Bersenjata Perancis akan mendapatkan total 169 unit heli H160M yang berada di kelas medium ini. Terbagi 80 unit untuk Angkatan Darat, 49 untuk Angkatan Laut, dan 40 untuk Angkatan Udara.
H160M Guépard akan menggantikan peran helikopter Alouette III, AS 365 Dauphin, SA342M Gazelle, AS550 (H125M) Fennec, dan AS565 Panther.
Roni Sontani