AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Jet komersial badan lebar terbaru Boeing 777X berhasil mengudara perdana di Paine Field, Everett, Washington pada Sabtu, 25 Januari 2020. Pesawat mengudara pukul 10.09 waktu setempat dan terbang selama 3 jam 51 menit di atas Negara Bagian Washington.
Penerbangan ini menandai langkah awal di mana pesawat akan menjalani serangkaian uji coba untuk mendapatkan sertifikasi dari pihak regulator.
Boeing 777X dibuat berdasarkan basis jet komersial yang sudah terbukti keandalannya yaitu Boeing 777 digabungkan dengan teknologi terbaru pada 787 Dreamliner.
Usai lebih tiga jam mengudara, pesawat mendarat di Boeing Field, Seattle. Penerbangan uji perdana ini dipimpin oleh Kepala Pilot Uji Boeing 777/777X Capt. Van Chaney.
Capt. Chaney bersama pilot uji Boeing lainnya yaitu Capt. Craig Bomben dalam penerbangan tersebut menguji sistem dan struktur pesawat. Data-data yang didapat dalam penerbangan dimonitor secara real time di Seattle.
Presiden dan CEO Boeing Stan Deal mengatakan kebanggaannya atas penerbangan perdana 777X. Ia menandaskan bahwa pencapaian ini terlaksana berkat kerja bersama.
Pesawat 777X pertama (777-9) dengan nomor WH001 selanjutnya menjalani pengecekan sebelum digunakan lagi dalam beberapa hari mendatang.
Biaya operasional 10 persen lebih rendah
Boeing menyatakan, 777X memiliki tingkat konsumsi bahan bakar dan emisi yang rendah mencapai 10 persen. Demikian juga dengan biara operasional yang lebih rendah 10 persen. Hal ini tercapai berkat desain aerodinamika, sayap komposit serat karbon, dan penggunaan mesin GE9X buatan GE Aviation.
Boeing 777X memiliki sejumlah fitur unggulan. Antara lain kabin yang lebih luas, atap kabin yang lebih tinggi, ruang bagasi kabin yang lebih lebar, jendela yang lebih besar, kelembaban udara di kabin yang lebih baik, tingkat kebisingan yang lebih rendah, dan gerak pesawat yang lebih halus.

Dua varian
Boeing 777X saat ini akan diproduksi dalam dua varian, yaitu 777-8 dan 777-9. Kapasitas angkut masing-masing pesawat berjumlah 384 penupang dan 426 penumpang dengan konfigurasi dua kelas kabin.
Jarak jelajah 777-8 mencapai 16.170 km, sementara 777-9 mencapai 13.500 km.
Kedua pesawat berbeda dalam ukuran dimensei. Panjang 777-8 mencapai 69,8 m, sedangkan 777-9 lebih panjang yaitu 76,7 m.
Untuk bentangan sayap keduanya sama. Saat di darat (ujung sayap dilipat) rentang sayap mencapai 64,8 m. Sementara bila direntangkan penuh (tanpa dilipat) mencapai 71,8 m.

Boeing rencananya akan menyerahkan pesawat pertama 777X kepada pelanggannya pada 2021.
Saat ini Boeing sudah mengantongi 340 pesanan 777X dari sejumlah maskapai besar dunia seperti ANA, British Airways, Cathay Pacific Airways, Emirates, Etihad Airways, Lufthansa, Qatar Airways, dan Singapore Airlines.
Roni Sontani