ANGKASAREVIEW.COM – Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mengucurkan anggaran 47,6 juta dolar AS kepada Raytheon guna mengintegrasikan rudal serang laut (Naval Strike Missile/NSM) ke dalam jajaran kekuatannya. Rudal rancangan Kongsberg, Norwegia yang diproduksi bersama dengan Raytheon ini akan digunakan sebagai penangkal kapal-kapal musuh yang bermaksud melakukan serangan terhadap pantai tumpuan.
Sebagai senjata penghancur kapal, NSM yang merupakan jenis rudal jarak jauh, akan ditempatkan oleh USMC di daratan. Rudal ini dirancang dapat menghancurkan sasaran di laut maupun daratan dengan jarak jangkauan hingga 100 mil laut (185,2 km).
Tautan: Jepang Pesan Rudal JSM Buatan Norwegia untuk Pertajam Taring F-35
Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS/US Navy) tahun lalu telah lebih dahulu memesan rudal ini dan akan menempatkannya di kapal-kapal perang pesisir (LCS) serta fregat masa depan sebagai senjata over-the-horizon.
Dipilihnya NSM oleh USMC mrupakan upaya untuk meningkatkan interoperabilitas penggunaan senjata dengan US Navy. Penggunaan rudal NSM oleh kedua angkatan perang ini dapat menekan biaya perawatan dan pembelian komponen.

Di luar Norwegia, Polandia adalah negara yang telah menggunakan NSM sebagai senjata pertahanan pantai melalui platform peluncur gerak daratan. Sistem senjata pertahanan pantai ini juga dibidik oleh Malaysia, India, dan Jerman.
Tautan lain: Saab Perkenalkan Rudal Antikapal RBS15 Gungnir, Sang Tombak Dewa Nordik
Di USMC, NSM akan diluncurkan menggunakan sistem peluncur roket macam High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) sebagaimana telah dimiliki USMC.

Tautan: Polandia Akuisisi 20 Sistem Roket Artileri HIMARS dari Amerika Serikat
NSM memiliki dimensi panjang 3,95 m, bobot 410 kg, dan hulu ledak 125 kg (HE blast-fragmentation)
Dari sisi akurasi, NSM juga memiliki tingkat presisi yang lebih tinggi dibanding HIMARS.
Roni Sontani