ANGKASAREVIEW.COM – Setelah satu windu masa pengembangan, akhirnya pesawat terbesar di dunia Stratolaunch berhasil menjalani uji terbang perdana pada13 April 2019. Berdasar siaran pers yang dimuat akun resmi Stratolaunch di Facebook, pesawat tinggal landas dari Mojave Air & Space Port, California Selatan pukul 9.58 pagi waktu setempat.
Pesawat dikendalikan pilot uji Evan Thomas yang membawanya terbang dengan kecepatan jelajah 278 km/jam pada ketinggian 4.570 m. Setelah terbang kurang lebih 150 menit pesawat kembali ke pangkalan dengan mulus disambut riuh haru karyawan pabrik Scaled Composites.
Tautan: Pesawat Gigantik Badan Dua Stratolaunch M351 Roc Sukses Lakukan Hi-Speed Taxi
Penerbangan perdana ini menjadi langkah awal, karena Stratolaunch masih harus menjalani rangkaian uji berikutnya. Untuk uji coba pelepasan roket peluncur satelit yang digantung di tengah sayap, baru akan dilaksanakan pada 2022. Setelah itu peluncuran satelit komersial akan resmi dimulai.
Stratolaunch memiliki rentang sayap 117 m yang menyandingkan bodi kembar pesawat dengan panjang badan 73 m. Pesawat berbobot terbang maksimal (MTOW) hampir 590 ton ini dilengkapi enam mesin turbofan Pratt & Whitney PW4000 yang masing-masing berkekuatan dorong 252 kN.
Tautan: Pesawat Sebesar 100 Lapangan Sepak Bola Ini Siap Terbang Pertama Kali
Untuk menopang badannya yang super besar, di setiap badan tersedia 12 roda pendarat utama dan dua roda di bawah dagu pesawat. Sehingga total terdapat 28 roda di pesawat ini. Untuk dapat mengudara, Stratolaunch membutuhkan landas pacu sepanjang 3.700 m.

Pihak pabrikan mengatakan, penerbangan perdana Stratolaunch didedikasikan untuk sang penggagas almarhum Paul G. Allen yang meninggal pada 15 Oktober 2018. Allen adalah sosok masyhur yang juga dikenal sebagai pendiri Microsoft bersama rekannya Bill Gates.
Tautan lain: Virgin Orbit Segera Luncurkan Roket Pengorbit dari Boeing 747
Pada Desember 2011, Paul G. Allen mendirikan Stratolaunch Systems Corp. di Seattle, Washington. Perusahaan transportasi ruang angkasa ini bergerak dalam peluncuran roket yang dilepas dari udara ke sistem orbit.

Tautan lain: Satu Lagi, China Sukses Kembangkan Drone Serang Bermesin Ganda Tengoen TB001
Scaled Composites sendiri memberikan kode resmi M351 untuk pesawat Stratolaunch ini dan memberikan nama panggilan ‘Roc”. Ini adalah nama burung dalam mitologi tokoh Sinbad yang sanggup menerbangkan seekor gajah. Nama ini tentu tepat mewakili sosok pesawat raksasa Stratolaunch.
Rangga Baswara Sawiyya
editor: raider