ANGKASAREVIEW.COM – Keinginan Turki untuk menjadi negara yang memiliki superioritas udara di kawasan Eropa dan Timur Tengah terus menggebu-nggebu. Demi mencapai hal itu, Turki kini fokus pada pengembangan jet tempur siluman generasi kelima melalui program TF-X Project.
Proyek yang dikerjakan oleh Industri Kedirgantaraan Turki Angkatan (Turkish Aerospace Industries) itu juga bekerja sama dengan sejumlah industri dari negara lain seperti BAE Systems, Chinese AVIC, dan European Aeronautic Defence and Space Company (EADS).
Seperti halnya ditulis laman Defence Blog, awal November 2018 lalu Presidency of Defense Industries (SSB) Turki, Ismail Demir telah menandatangani program produksi mesin TF-X dengan industri pertahanan Turki, TR Motor.
Mesin untuk jet tempur siluman ini sengaja diproduksi tanpa melibatkan negara lain, karena Turki benar-benar ingin mandiri dalam soal produksi mesin program TF-X.

Meski butuh waktu yang lebih lama, menurut TAI pada tahun 2020 prototipe TF-X ditargetkan sudah terwujud. Lalu pada 2023 prototipe TF-X direncanakan sudah bisa melaksanakan penerbangan perdana (maiden flight) untuk melanjutkan proses mendapatkan sertifikasi.
Selanjutnya antara tahun 2032 hingga 2035, TF-X ditargetkan sudah memasuki tahap produksi massal dan siap operasional.
TAI juga menargetkan masa operasional TF-X berlangsung hingga tahun 2070. TF-X juga dirancang memiliki interoperabilitas untuk digunakan pada misi-misinya bersama F-35 buatan Amerika Serikat.
A Winardi