ANGKASAREVIEW.COM – Setelah sebelumnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan enam unit helikopter serang ringan AS550/AS555 Fennec ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk kebutuhan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), hari ini (Selasa, 9/1/2018) PTDI kembali serahkan tiga unit heli AS555 ke Kemhan.
Dengan penyerahan 3 unit heli serang ringan tersebut, maka PTDI telah menyerahkan sembilan unit heli dari total 12 unit heli AS550/AS555 Fennec dari Airbus Helicopters yang dipesan Kemhan untuk digunakan Puspenerbad.
Heli Serang yang diserahkan hari ini adalah heli dengan tepe AS555 AP yang merupakan hasil kolaborasi industri antara PTDI dengan Airbus Helicopters, Perancis.
Sejatinya, Fennec merupakan versi militer dari seri helikopter Airbus Ecureuil. Seri ini terdiri dari tipe mesin tunggal dan ganda yang memiliki kemampuan adaptasi dan solusi sistem yang hemat biaya.
Baca Juga: Diangkut Pakai C-17 Globemaster III, Begini Penampakan Heli Apache TNI AD
Dari total tersebut, TNI AD akan menerima enam heli dengan tipe mesin tunggal dan enam unit lainnya dengan mesin ganda. Seluruh unit AS550/AS555 Fennec yang dipesan TNI AD akan ditempatkan di Skadron 12/Serbu yang bermarkas di Lanumad Gatot Subroto, Waytuba, Way Kanan, Lampung.
AS550/AS555 Fennec berangkat dari rancang bangun heli sipil AS350 Squirel yang berwajah imut. Namun begitu, heli ringan yang berbobot kosong 1,2 ton ini dapat membawa persenjataan yang mematikan serta disematkan perangkat avionik canggih.
Berdasarkan kontrak kesepakatan antara Airbus Helicopters dengan PT Dirgantara Indonesia, helikopter serang ringan TNI AD ini didukung dengan peralatan tempur yang mencakup pod senapan mesin FN HMP250, dudukan canon di sebelah kanan dan peluncur roket FFAR jenis FZ-219 di sebelah kiri yang akan dipasang oleh PTDI di pabriknya di Bandung.
Baca Juga: TNI AU Dukung PTDI Ciptakan Pesawat Tempur IF-X
Berbeda dengan yang dipesan Indonesia, Fennec yang dioperasikan militer Denmark dibekali dengan pemandu rudal antitank yang dapat bekerja secara elektronik. Perangkat yang dimiliki heli diantaranya rudal TOW, pembidik yang bisa dioperasikan siang dan malam yang ditambahkan pelacak target berpemandu laser atau laser range finder.
Bicara soal ketangguhan, Fennec disokong desain airframe dan fuselage dari bahan fiberglass khusus yang membuat bobot total helikopter ini jauh lebih ringan dibanding heli lain di kelasnya. Rotor utama Fennec dibuat dari bahan khusus Starflex. Sementara blade rotor yang dibalut dengan bahan komposit yang kuat dan mampu mereduksi kebisingan akibat putaran rotor. FERY SETIAWAN